Find anything on DBL Indonesia

Tampil Agresif Kalahkan Gahr

dblindonesia.com - 11 February 2018 Felix Fugiarto saat melawan Gahr di firendly match terakhir sebelum kembali ke Indonesia

LOS ANGELES—Berani lebih agresif menjadi kunci kemenangan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2017. Bermain melawan Gahr High School, Jumat (9/2) waktu LA, tim putra dan putri meraih kemenangan. Putra menang 57-49, putri 52-35.

Berbekal materi latihan dari Sports Academy dan Special Training with Jordan Lawley, tim All-Star datang ke basketball gym Gahr High School dengan percaya diri. Hal itu terlihat sejak melakukan pemanasan. Para pemain terlihat memperagakan detil-detil gerakan yang dipelajari selama tiga hari pertama di LA.

Gahr High School memiliki tiga lapangan basket dalam satu gym. Pertandingan dilakukan di dua di antaranya. Dalam waktu bersamaan. Aturannya sederhana, 8 menit per kuarter dan game clock berhenti saat ada foul dan time out. Artinya waktu “setengah” bersih.

Tim All-Star putra dikejutkan di awal laga. Gahr Gladiators melakukan beberapa penetrasi cepat ke pertahanan All-Star. Sulit mengantisipasinya, meskipun rata-rata tinggi All-Star lebih baik dari tim Gahr. All-Star dipaksa menyerah di kuarter pertama 18-15.

Saat break sebelum kuarter kedua, duet pelatih Wahyu Budi Santoso dan Daniel Siswanto meminta tim putra melakukan lebih banyak tekanan ketika defense. Lebih agresif untuk mengacaukan konsentrasi penyerangan lawan. “Kita juga minta lebih banyak ball movement ketika offense. Ada kesempatan membuka lebih banyak celah di defense lawan,” ujar Wahyu Budi, pelatih asal Nation Star Academy (NSA) Surabaya.

Hasilnya memuaskan. Tim putra All-Star terus menekan. Bahkan beberapa kali berhasil memaksa Gahr melakukan turnover. Hingga akhir tim putra All-Star berhasil menang nyaman dengan selisih delapan poin. Darryl Sebastian dari SMA Bukit Sion Jakarta paling menonjol dengan perolehan 11 poin.

Sementara di tim putri menerapkan strategi serupa. Bahkan, dari 12 pemain, coach Moses Foresto dan Muflih Farhan telah menyiapkan dua set starter berbeda. Dengan gaya permainan berbeda. Satu set untuk gaya permainan pattern-based play. Satu lagi tim dengan gaya menyerang cepat.

Kejar mengejar angka terjadi di laga tim putri. Saling menekan. Game putri terasa lebih seru. Dan strategi yang disiapkan berjalan dengan baik. Saat lawan memainkan big man, tim cepat yang menghadapi. Sebaliknya saat Gahr bermain cepat, tim putri All-Star menggunakan pattern-based play yang lebih sabar.

Hingga akhir laga, tim putri berhasil meninggalkan Gahr Gladiators dengan selisih 17 angka. “Komposisi tim putri ini sangat pas jika dilakukan strategi dua tim. Jadinya serangan lebih efektif. Mereka juga lebih tenang saat melakukan under-basket. Itu yang diajarkan Jordan Lawley juga,” ungkap Moses Foresto, pelatih asal SMAN 2 Banjarmasin.

Darrell Gillcrese, pelatih tim putri Gahr High School mengungkapkan kekagumannya terhadap tim All-Star. “Mereka mampu memainkan tempo dengan baik. Sangat disiplin memainkan basket. Kalian hebat sekali,” ujarnya. Keunggulan rata-rata tinggi badan pada tim putra juga menjadi perhatian. “Kalian besar, cepat, dan bagus dalam ball handling. Gaya permainan klasik yang bagus,” ungkap Alfred Howard Jr sang pelatih tim putra.

Pagi tadi, All-Star sempat menikmati suasana Hollywood Walk of Fame. Mereka melihat monumen-monumen berbentuk bintang yang terpasang di sepanjang Hollywood Boulevard. Hari terakhir Honda DBL Indonesia All-Star 2017 akan diisi dengan jalan-jalan. Mereka kembali diajak menikmati kawasan ikonik di LA sebelum malam harinya terbang kembali ke Indonesia. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments