Find anything on DBL Indonesia

Taring Cheetah Masih Tajam

dblindonesia.com - 5 August 2018 Pemain Cheetah berhasil melewati lawannya dengan sigap pada hari Sabtu(4/8) (foto: DBL Indonesia)

SURABAYA – Laga Honda DBL east Java Series 2018- North Region kemarin (4/8) menjadi penentuan langkah SMA Cita Hati Surabaya untuk melangkah ke babak playoff. Pasalnya, baik SMAN 14 Surabaya maupun SMA Cita Hati Surabaya sama-sama mengantongi tiga poin. Tiket playoff pun ditentukan melalui laga do or die yang berlangsung sangat sengit. Keduanya pun saling menunjukkan bahwa mereka layak untuk lolos ke babak playoff.

Cheetah -julukan SMA Cita Hati Surabaya- langsung menggebrak dengan sepuluh poin yang mereka lesatkan sepanjang babak pertama. Bahkan, Fourteen -julukan SMAN 14 Surabaya- nyaris dibuat scoreless jika empat hadiah tembakan bebas mereka meleset. Keunggulan ini tak lepas dari transisi defense yang cepat. Sehingga, Fourteen berulang kali kesulitan melakukan fastbreak. Tak hanya itu saja, lima turnover Fourteen sukses dikonfersikan menjadi enam angka melalui penetrasi yang mereka lakukan di paint area. 

Di dua kuarter selanjutnya, Fourteen berbalik lebih agresif menyerang. Namun sayang, kurang tajamnya penyelesaian akhir dari Fourteen masih belum mampu berbuah banyak di papan skor. Bahkan, tujuh peluang emas dari Fourteen masih belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad asuhan Wahyu Tri Utomo. Hal ini pun membuat Cheetah memperoleh banyak peluang untuk memperbesar margin mereka menjadi 20-15 di akhir kuarter tiga.

Memasuki kuarter keempat, Fourteen yang didukung 700 supporternya menjadi sangat panas. Bahkan, effisiensi field goal mereka di sepanjang kuarter empat meningkat menjadi 50%. Hal ini tak lepas dari peran senter Demosev Putra yang sukses membalikkan keadaan di satu menit terakhir menjadi 25-23. Sayang hal ini tak bertahan lama. Pasalnya, pelanggaran yang berulang kali dilakukan Fourteen membuat Cheetah mengejar ketertinggalannnya. Bahkan, enam poin yang dicetak Cheetah di sepanjang kuarter empat, dihasilkan melalui hadiah tembakan bebas akibat dilanggarnya pemain Cheetah. Puncaknya tiga tembakan bebas yang dilakukan Fernando Alex di tiga puluh detik terakhir membalikkan keadaan dan membuat Cheetah memenangi laga dengan skor 26-25.

Menurut pelatih Cheetah, Agus Suryadi permainan yang ditunjukkan Cheetah sudah meningkat dibanding pertandingan sebelumnya. Bahkan mental mereka patut diacungi jempol. Pasalnya meski tim lawan didukung ratusan supporter, Cheetah tidak gentar sama sekali. “Mereka mampu melakukan improvisasi taktik ketika buntu dalam menyerang pada pertandingan ini. Untuk babak playoff besok, kami perlu berfokus pada defense,” tutur Agus Suryadi, pelatih tim basket putra SMA Cita Hati Surabaya.

Di laga lain, tim basket putra SMA Petra 2 Surabaya sukses kembali ke babak playoff setelah menunggu enam tahun lamanya. Berlabel juara grup, Petra 2 -julukan SMA Petra 2 Surabaya- sukses menyapu bersih tiga kemenangan di grup A. Hal ini tak lepas dari sentuhan arsitek baru Petra 2, Koo Sri Padma Olanda. Bahkan, mereka bisa mengemas 13 dari 30 peluang menjadi poin dan membukukan 43,3 % efisiensi field goal.

Menurut Coach Petra 2, Koo Sri Padma, hal utama yang harus diutamakan di tiap pertandingan adalah berfokus pada lawan. Dengan adanya fokus, permainan akan berjalan dengan baik dan efektif. “Untuk persiapan menuju babak playoff, kami akan meningkatkan tingkat kefokusan agar mampu menerjang dan menyiasati pertahanan lawan,” Tutur coach yang akrab di panggil Hyang-Hyang tersebut.

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments