Find anything on DBL Indonesia

Tirzah Budiman: “They Hate My Skin Tone, I Became a Model”

dblindonesia.com - 8 March 2018

#BreakingTheBarrier (4)

 

‘’Tirzah, berdiri di sini deh,’’ panggil seorang siswa. Sang pemilik nama langsung menoleh dan mendapati apa yang ditunjukkan temannya tersebut. 

Sebuah tembok hitam. 

Nggak perlu waktu lama bagi Tirzah untuk memahami apa yang dimaksud temannya tersebut.

‘’Berdiri di tembok hitam ini coba, biar kamu bisa berkamuflase, hahaha,’’ lanjut anak tersebut disambut gelak tawa teman-teman lainnya. Tirzah hanya menjawab candaan tersebut dengan senyum kecutnya. 

‘It’s not a new thing,’ batinnya.

Masa-masa sekolah emang kadang menyenangkan buat sebagian orang. Nggak terkecuali untuk Tirzah Budiman. Sayangnya, cerita-cerita seru di bangku sekolahnya seringkali dirusak oleh celotehan teman-temannya soal warna kulit Tirzah.

Kala mengingat getirnya candaan teman-temannya tersebut, Tirzah yang berdarah Taiwan, Indonesia dan Belanda ini seketika menyesali semua hobby-nya. Ya, gadis ABG satu ini emang gemar beraktivitas di outdoor. Diving, flying, hingga berbagai aktivitas di pantai udah jadi rutinitasnya bersama keluarga. 

Belum lagi kegiatannya sebagai volunteer di beberapa daerah seperti Sumba dan Kalimantan. Semua itu berbuah tanned skin yang begitu manis. 

‘’I love helping people as volunteer, tapi kenapa sih malah banyak yang ngejek aku item gara-gara kegiatanku tersebut,’’ keluh Tirzah suatu hari.

Ejekan nggak hanya datang dari teman-temannya. Kadang, para guru pun ikut bergabung dengan candaan soal ‘’kulit gelap Tirzah’’. Pernah suatu hari seorang teman berinisiatif untuk menggambarkan wajah anak sekelas.

‘’Yang wajahnya diarsir hitam ini Tirzah,’’ ujar si penggambar. Semua teman sekelasnya lantas tertawa sambil mengangguk setuju. Mereka seakan persetan dengan perasaan Tirzah.

Tirzah memang sering mencoba untuk nggak ambil pusing dengan semua celotehan tersebut. Tapi, stigma di lingkungannya seolah menyatakan kalau cantik itu harus putih. Nggak ayal, hal itu cukup membuatnya kepikiran.

‘’I need to brighten up my skin,’’ ujar Tirzah pada dirinya. Sejak hari itu, Tirzah mulai membeli beberapa whitening lotion dan rutin menggunakan sunblock. Yang dia inginkan cuma satu: jadi cantik seperti yang teman-temannya mau.

Tahun berganti. Tirzah nggak lagi melanjutkan pendidikannya di Indonesia. Gadis satu ini memilih untuk belajar di Boston, Amerika Serikat. Dan di situlah semua mindset-nya soal ‘’cantik’’ jadi berubah.

‘’Wow, you have such beautiful skin,’’ ungkap seseorang saat Tirzah tengah berbelanja di sebuah supermarket. Kali ini, Tirzah nggak lagi tersenyum kecut.

‘’Thank you,’’ balasnya dengan senyum tulus.

Sejak pindah di Boston, pemandangan yang jauh berbeda didapatnya. Alih-alih mendapat celaan, seperti saat sekolah dulu, tanned skin milik Tirza justru menuai banyak pujian. Teman-temannya - bahkan orang asing yang belum pernah ditemuinya sekalipun - mengatakan kalau they want skin tone just like hers. 

Perlahan, tanggapan orang-orang tersebut mulai menumbuhkan rasa percaya diri pada dirinya. Dia pun mulai meninggalkan lotion pemutihnya meski sesekali masih menggunakan sunblock demi kesehatan kulit.

Singkat cerita, Tirzah pun kembali ke Indonesia beberapa tahun setelahnya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini dia lebih mencintai dirinya sendiri, terutama warna kulitnya. 

Tahun 2016 menjadi turning point yang cukup signifikan buat Tirzah. Adalah seorang talent scout dari sebuah agensi model yang menjadi aktor di balik layarnya. Saat bertemu Tirzah, dia dengan segera menyadari bakat dan kelebihan yang ada dari diri Tirzah. 

Dara manis itu mengsahkan pertemuan tersebut. “Pertemuan itu cepat. Tapi juga mengubah perjalanan hidupku,” kisahnya. “Saat itu aku lagi makan di sebuah café. Nah, nggak tau kenapa, dia terus ngeliatin aku.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Tirzah dihampirinya.

‘’Kamu model? Kalau bukan, yuk, coba jadi model,’’ ujar orang tersebut.

Tanpa pikir panjang, Tirzah langsung menyanggupi tantangan orang tersebut. Minggu depannya, Tirzah mulai test shoot di agensi tersebut dan resmi menjadi bagian dari mereka.

Sejak hari itu, job demi job berdatangan padanya. Mulai dari product photo shoot sampai runaway dengan membawa rancangan desainer ternama udah menjadi kegiatan Tirzah setiap minggu.

‘’People can say anything about me, tapi nggak ada yang bisa menentukan aku harus jadi apa ke depannya. I have learnt about how important it is to break my own barrier. They Hate My Skin Tone, I Became a Model,’’ tutup Tirzah mantap.

 

---

Tirzah Budiman adalah seorang model asal Surabaya. Saat ini, cewek kelahiran 1999 ini udah tergabung dengan dua agensi model di Jakarta dan Surabaya. Selain menggeluti dunia modelling, Tirzah juga aktif menjadi volunteer di berbagai daerah.

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments