Find anything on DBL Indonesia

Tundukkan Smanigda, Gloria 2 Perpanjang Asa

dblindonesia.com - 12 August 2017 Forward Gloria 2 Andrew Lie berhasil menerjang pertahanan skuad Smanigda. Timnya berhasil lolos ke babak delapan besar setelah menundukkan Smanigda dengan skor akhir 27-15.(Foto: Dika Kawengian/Jawa Pos)

PADA hari pertama babak playoff Honda DBL East Java Series 2017–North Region kemarin (11/8), setiap tim yang bertanding tampak nervous. Betapa tidak, setiap tim hanya memiliki sekali kesempatan untuk membuktikan skill agar mendapatkan tiket menuju babak big eight.

Laga penuh ambisi berlangsung saat SMA Gloria 2 Surabaya bertemu SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo. Kedua tim sama-sama berangkat dari babak penyisihan. Akhirnya, Gloria 2 –sebutan SMA Gloria 2 Surabaya– memperoleh tiket menuju babak delapan besar. Gloria 2 bermain all-out sejak awal pertandingan.

Tim asuhan Ardhianto Halim itu bermain superagresif sejak peluit tanda permainan dimulai berbunyi. Lewat forward Andrew Lie, Gloria 2 memimpin laga dengan layup yang disarangkannya. Smanigda, julukan SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo, tidak diam begitu saja. Dengan mengandalkan big man Hafez Muhammad, Smanigda berhasil menyamakan kedudukan pada menit ketiga kuarter pertama. Melihat pergerakan lawan, Gloria 2 makin lihai mengacak-acak pertahanan Smanigda. Hingga turun minum, Gloria 2 unggul 12-2 atas Smanigda.

Pada kuarter kedua, tidak banyak poin yang tercipta dari kubu Gloria 2. Hal itu dimanfaatkan Smanigda untuk mengejar ketertinggalan. Lewat kombinasi serangan Hafez Muhammad dan guard Dimas Vicky, Smanigda berhasil mempertipis ketertinggalan menjadi 8-14.

Setelah turun minum pada paro waktu pertandingan, Gloria 2 kembali memperketat lini belakang. Bahkan, pada kuarter ketiga, Smanigda tidak pernah sekali pun diberi kesempatan untuk mencetak poin. Sebaliknya, Gloria 2 makin mahir mengokupasi ring lawan. Gloria 2 mengawali perolehan poin pada kuarter ketiga lewat three-point dari forward Sean Emmerich.

Memasuki kuarter keempat, Smanigda masih berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, karena lini belakang Gloria 2 terlalu ketat, serangan yang coba Smanigda lancarkan dengan mudah dapat diredam. Hingga peluit dibunyikan, skor berakhir di angka 27-15 untuk kemenangan Gloria 2. Smanigda terpaksa mengakui ketangguhan tim kuda hitam, Gloria 2, dengan skor telak.

’’Ini merupakan sejarah baru bagi kami. Ini tahun pertama kami dapat lolos dari babak fase grup. Untuk kali pertama, kami berhasil lolos ke babak big eight,’’ ungkap Ardhianto Halim dengan semringah.

Laga sengit juga terjadi pada sektor putri ketika SMA Negeri 16 Surabaya melawan SMA Negeri 1 Waru, Sidoarjo. Kedua tim saling bertukar serangan. Namun, Smantaru, sebutan SMA Negeri 1 Waru, Sidoarjo, lebih dulu memimpin pertandingan. Meski pertahanan setiap tim cukup alot ditembus, sebenarnya beberapa kali Sixteen, julukan SMA Negeri 16 Surabaya, berupaya menyamakan kedudukan.

Pada awal kuarter kedua, mereka sempat memanfaatkan celah di barisan belakang Smantaru. Sayangnya, hingga buzzer berbunyi, skor berakhir di angka 19-14 untuk kemenangan Smantaru. ’’Ini kali ketiga kami menembus babak big eight. Kalau nanti anak-anak tidak nervous, mungkin kami bisa mencapai empat besar demi mencetak sejarah baru,’’ jelas Thomas Christian, pelatih Smantaru. (rno/c14/dhs)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments