Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series - East Region
SERIES
 
 
Torehan Manis Sapta Eka
3 November 2018

DKI JAKARTA- Perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region menjadi penanda akhir dari kemegahan regional Timur. Dua sekolah berhasil menasbihkan diri sebagai pemegang gengsi juara East region. Adalah tim putri SMAN 71 Jakarta dan tim putra SMAN 21 Jakarta. Setelah dua edisi sebelumnya berhasil masuk ke babak final Honda DBL DKI Jakarta, tim putri SMAN 71 Jakarta akhirnya mendapatkan gelar perdananya. Penampilan yang garang dari anak-anak Duren Sawit berhasil menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta dengan skor 40-38 kemarin (2/11).

Sapta Eka (julukan SMAN 71) sempat berlari menjauh dari SMAN 36 di babak awal. Sejak kuarter pertama, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tak henti bersorak sorai. Di awal laga menjadi bukti performa Zafirah Windi Annisa yang on fire. Sapta Eka memimpin 17-4 pada kuarter pertama.

Tetapi, semangat juang srikandi Rawamangun sempat membuat Sapta Eka kewalahan pada akhir kuarter. Bagaikan pasir hisap yang perlahan menenggelamkan, sedikit demi sedikit SMAN 36 mulai memangkas perolehan poin dari lawannya. Head coach SMAN 36, Franki Defretes menginstruksikan anak asuhnya untuk berani menerobos ke dalam sisi pertahanan Sapta Eka, untuk mendapatkan kesalahan foul dari para pemain Sapta Eka melalui free throw.

Ranaa Putri Nisrina menjadi pemain yang memiliki andil besar dalam usaha untuk memangkas ketertinggalan timnya. Kecerdikan pemain bernomor punggung 5 untuk memancing musuh untuk melakukan foul pun berhasil. Tercatat sebanyak 9 kali usaha Ranaa memancing lawan dan berbuah sebagai poin. Tercatat 18 poin berhasil ditorehkan Ranaa. SMAN 36 pun sempat memangkas margin ketertinggalan menjadi 5 poin.

Namun, dewi fortuna seakan tak berpihak kepada putri SMAN 36 meski tampil ngotot di akhir. “Masih ada Championship, performa anak-anak udah bagus, cuma kami kurang beruntung aja, tadi beberapa kali dapat kesempatan,” ujar pelatih SMAN 36 Franki Defretes

Performa gemilang Zafirah Windi justru berhasil membawa Sapta Eka meraih gelar perdana di East Region. Dara kelahiran 2 Mei 17 tahun silam itu bermain sangat efektif. Performa gemilangnya terlihat dari perolehan double-double yang dia kemas. Tercatat total 15 poin dan 13 rebound dapat dikoleksi pemain berposisi center tersebut.

Dengan kemenangan tipis atas lawannya, Zafirah merasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan gelar juara Honda DBL pertama untuk sekolahnya. “Sebenarnya tadi aku sempat deg-degan terutama di kuarter pertama. Aku sendiri tidak menyangka dapat memenangkan pertandingan melawan SMAN 36. Mereka tampil garang juga, kami sempat kerepotan di akhir,” ucapnya.

Selain itu, pelatih kepala Sapta Eka, Muhammad Ridzky bangga dengan kerja keras anak-anaknya selama ini. “Saya bangga dengan performa anak-anak hari ini (re: kemarin). Tapi, sebaiknya kita jangan terlena dengan perolehan juara di Jakarta Timur. Karena, masih ada gelar juara Championship yang menunggu untuk kita rebut,” ungkapnya. (*)

PROVIDED BY WARTA KOTA

Dust Gagalkan Misi Nasa
3 November 2018

DKI JAKARTA- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2015 gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42 pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region Jumat malam (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Pasalnya, Dust dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah.

Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa berhasil mematikan pergerakan Faiz di dalam area paint. Dengan memanfaatkan kecepatannya Yoel berhasil pergerakan big man bernomor punggung 4 tersebut. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi memang menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. 

Rizqy Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, coach Rizqy Almushaddieq mengubah strategi untuk mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah menjadi pilar utama Dust untuk meruntuhkan rapatnya defense Nasa.

Selama pertandingan, Irfan menjadi pemain yang membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Dengan kecepatan dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu mampu mendulang poin untuk Dust. Torehan 26 poin menjadi bukti betapa garangnya shooting guard andalan Dust tersebut.

Nasa pun sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Ihsan Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Memanfaatkan lowongnya pertahanan Dust, Nasa pun akhirnya dapat memimpin untuk pertama kalinya di menit ke lima kuarter keempat skor 41-39, Dust sempat tertinggal.

Tapi, semangat juang yang diperlihatkan pasukan Kayu Putih tersebut berhasil membuktikan mental juara para punggawa Dust.  Irfan berhasil berhasil menorehkan 6 poin terakhir melalui free throw pada dua menit terakhir untuk berlari jauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan Mimpi Nasa untuk meroket menjadi juara pun harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42.

Keluarnya Dust sebagai juara tentunya membuat coach Rizqy Almushaddieq senang dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, dirinya juga mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik daari perwakilan regionalnya masing-masing.

“Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan kami di sisi pertahanan dan kerap kali melakukan turn over. Tentu hal itu harus segera kami perbaiki. Karena tidak ada waktu banyak untuk menghadapi babak Championship,” ungkapnya.

Selain itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda waktu satu minggu sebelum Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust,” ungkapnya. (*)

PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL PUTRA DKI JAKARTA SERIES-EAST REGION) Duel Bigman Sesungguhnya
2 November 2018

DKI JAKARTA- Seperti adegan film kolosal, pertemuan antara SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 61 Jakarta pada perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region hari ini akan mempertarungkan duel raksasa. Center andalan Dust (julukan SMAN 21) yaitu Ihsan Faiz Ilhamsyah akan dihadapkan dengan lawannya yang seimbang, Yoel Marco Benyamin dari SMAN 61.

Selama perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, Faiz merupakan pemain yang sangat dominan di dalam area paint. Dengan tubuhnya yang besar serta kemampuan melakukan post move yang pintar, Faiz dapat mengalahkan lawan-lawannya yang mencoba menjaganya. Alhasil, total 58 poin dari empat kali pertandingan dapat disumbangkan oleh pemain setinggi 190 sentimeter tersebut.

Selain itu, dari sisi pertahanan dia juga terbukti memiliki peran krusial dalam menjaga penguasaan bola dari musuh. Badannya yang tinggi besar memudahkannya untuk memenangkan duel udara. Sejumlah 40 kali rebound dapat dia kemas selama dia berada di area under ring. Faiz juga tidak kalah gahar ketika melakukan blocking lay up lawannya. Tercatat sudah 7 kali block sudah dia bukukan sebelum laga final.

Melihat statistik Faiz yang dihiasi dengan angka-angka besar, tentunya membuat lawannya merasa gentar. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Yoel Marco Benyamin yang sudah pernah duel dengan Faiz kala SMAN 61 bersua dengan SMAN 21.

Pemain bernomor punggung 21 tersebut mengaku telah mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh lawannya di lapangan. Menurut Yoel, kurangnya keceptan lawannya akan menjadi celah bagi timnya saat bertanding dengan Dust. “Dengan tubuh yang besar, Faiz akan sulit dari segi kecepatan saat di bawah ring,” ujar student athlete dengan berat 90 kg itu. Pemain berpostur 190 sentimeter itu optimis, SMAN 61 dapat menunaikan misinya melakukan revans atas kekalahannya tiga tahun silam. Saat itu, SMAN 61 berjumpa dengan Dust, namun mereka harus menyerah dan merelakan tiket final ke tangan Dust.

Yoel sendiri memiliki skill yang tak kalah jago dari lawannya. Total 13 poin dari tiga kali laga dapat dia sumbangkan untuk tim asal Duren Sawit tersebut. Kemampuan menyerang yang apik ini juga didukung dengan kegigihan Yoel mengamankan bola di udara. Sejumlah 20 rebound yang dia koleksi memperlihatkan betapa gaharnya Yoel dari sisi pertahanan SMAN 61.

Faiz sendiri mengakui kalau Yoel memiliki kemampuan luar biasa yang dapat membuatnya kerepotan saat bertahan. “Yoel adalah seorang pemain dalam yang pintar dan gesit. Gerakan memutarnya yang khas dapat mengelabui siapa saja yang mencoba untuk menjaganya di area paint,” ucap Faiz.

Dengan bertemunya kedua ‘big-man’ tangguh Jakarta Timur, pertandingan puncak di East Region hari ini tentunya akan menyajikan pertarungan yang sayang untuk dilewatkan. Pemenang dari laga ini akan keluar sebagai juara untuk pertama kali di Honda DBL DKI Jakarta, usai juara bertahan tahun lalu SMAN 22 gugur pada babak awal. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL PUTRI DKI JAKARTA SERIES-EAST REGION) Adu Tajam Dua Mesin Poin
2 November 2018

DKI JAKARTA- Tim putri SMAN 71 Jakarta akan meladeni perlawanan SMAN 36 Jakarta pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region hari ini (2/11). Laga panas antara kedua tim papan atas Jakarta Timur ini mempertemukan dua pemain bintang yang memiliki kemampuan serupa. Adalah Nabila Maharani Wiguna dari SMAN 36 dan Zafirah Windi Annisa dari Sapta Eka (julukan SMAN 71). Kedua pemain memiliki kemampuan untuk mengatur serangan yang baik serta kelihaian dalam mengolah bola menjadi poin.

Nabila dan Windi merupakan dua pemain yang pernah bermain satu tim di Poprov DKI Jakarta. Kedua pemain ini memiliki tipikal permainan yang sama, meski berbeda posisi. Nabila merupakan seorang forward dan Windi sendiri berposisi center. Namun, keduanya merupakan pemain yang baik dari segi penyerangan maupun pertahanan.

Jika dilihat dari sisi produktivitas, Nabila yang akrab disapa Bilam ini menunjukan angka fantastis dalam statistik. Bilam tercatat sudah mencetak 25 poin saat dua kali bertanding membela timnya. Bilam memiliki karakteristik yang cepat dan juga berani. Pemain bernomor punggung 8 itu tak segan menusuk langsung ke dalam pertahanan lawan. Tak heran, Bilam menjadi mesin poin bagi timnya.

Selain itu, Bilam juga memiliki kepintaran dalam membaca permaianan lawan. Total 14 kali steal dapat dia lakukan saat bertahan dari serangan lawan. Memiliki pemain dengan kemampuan khusus seperti ini merupakan nilai tambah SMAN 36.

Tapi bukan berarti Sapta Eka tidak memiliki pemain dengan kemampuan sehebat Bilam. Zafirah Windi Annisa merupakan jawaban terhadap permainan cepat dari Nabila. Sebagai seorang center, pemain yang akrab disapa Windi tersebut memiliki kemampuan bertahan yang mumpuni dalam membendung serangan-serangan lawan.

Dalam hal menjaga penguasaan bola Windi sangat gigih untuk melakukan rebound baik saat penyerangan maupun bertahan. Total 22 kali rebound dari dua kali bertanding sudah dibukukan pemain kelahiran 5 Oktober 16 tahun silam itu. Dan 15 kali diantaranya dihasilkan dari offensive rebound, memperlihatkan betapa ngototnya Windi saat duel udara ketika sedang menyerang.

Pertahanan SMAN 36 juga harus mewaspadai pergerakan pemain bernomor punggung 12 itu. Pasalnya, pemain dengan tinggi 165 sentimeter ini telah mencetak double double dari reboundnya dan poin yang telah dicetaknya. Kegarangan Windi di paint area berhasil mengoleksi 18 poin dari dua laga yang sudah dia lakoni.

Melihat kemampuan dari masing-masing pemain yang luar biasa hebatnya. Baik dari SMAN 36 maupun Sapta Eka sudah memiliki strategi untuk mematikan pergerakan lawannya masing-masing. Bilam mengaku, SMAN 36 memiliki siasat yang sudah disiapkan untuk menghentikan pergerakan Windi ketika menyerang.

“Kami pernah main satu tim. Windi memiliki postur tubuh yang tinggi sehingga akan sulit untuk melawannya satu lawan satu. Memanfaatkan help defense antar pemain jadi prioritas untuk mengunci pergerakannya di dalam area paint,” jelas Bilam.

Dari sisi Sapta Eka, Windi juga mengaku telah mengetahui cara-cara untuk dapat meredam kemampuan menyerang dari pemain andalan lawannya. Berbekal dari pengalaman pertemuan mereka sebelumnya, kunci pertahanan menghadapi Bilam adalah kerajinan untuk bertahan.

“Kedisiplinan dalam bertahan akan menjadi tolak ukur dari keberhasilan kami dalam bertahan. Pemain cepat seperti Bilam tentunya akan kesulitan untuk mencetak poin kalau transisi yang kami lakukan rapi terutama baris pertahanan di bawah ring,” ucap Windi dengan yakin.

Pertemuan kedua sekolah ini merupakan yang pertama di Honda DBL DKI Jakarta. Laga hari ini akan menjadi pengukuhan siapa ratu East Region . (*)

Ihsan Faiz Tak Terbendung
1 November 2018

DKI JAKARTA- Tim putra SMAN 21 Jakarta berhasil mengalahkan SMAN 39 Jakarta pada babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region kemarin (31/10). Aksi Ihsan Faiz Ilhamsyah kembali mencuri perhatian penonton yang hadir di GOR Pulogadung. Bigman milik Dust  (julukan SMAN 21) ini mengemas double-double yang luar biasa. Berkat kemampuannya, SMAN 21 mampu menang 59-43 atas musuhnya.

Bak air bah yang datang tiba-tiba, permainan Faiz tidak dapat terbendung oleh ketatnya penjagaan anak-anak Galan (julukan SMAN 39). Student athlete dengan tinggi 190 sentimeter tersebut berhasil mengemas 29 poin dan 19 rebound. Pemain bertubuh gempal tersebut nampak gahar saat berada di paint area lawan. Dengan badan besarnya, Faiz dengan mudah mencetak poin melalui under ring yang ciamik.

Bukan hanya seram saat menyerang, efektifitas Faiz ketika bertahan juga membuat Galan kesulitan menembus pertahanan Dust. Hal itu dibuktikan dengan torehan 11 kali defensive rebound  serta 5 block dari Faiz di zona pertahanan Dust. Namun, pada kuarter awal pelatih kepala Dust, Rizqy Almushaddieq tidak memainkan Faiz sebagai starter.

Benar saja, Galan sangat bermain lepas sebelum Faiz masuk. Pada kuarter pertama, Galan mengejutkan Dust dengan permainan cepat, yang membuat pertahanan Dust kocar-kacir. Tim asal Kayu Putih tersebut tertinggal 7 poin pada lima menit kuarter pertama. Melihat hal ini, sang pelatih langsung memainkan Faiz. Masuknya Faiz memberikan angin segar bagi lini serang Dust. Suplai bola terkonsentrasi kepada Faiz, hal ini pun menjadi titik balik keunggulan Dust pada kuarter pertama.  Skor berakhir 14-10 untuk keunggulan Dust.

Galan yang dari awal berani memainkan tempo cepat menusuk ke dalam pertahanan lawan, terlihat mulai kebingungan. Kekokohan Faiz sebagai tembok pertahanan Dust membuat head coach Galan, Christian Poltak memberikan tugas kepada Muhammad Hanif Raihan untuk bermain sedikit keluar. Galan pun mengandalakan shooting dari area three point. Namun, tembakan Hanif belum bisa menuai kebuntuan. Dari 10 kali percobaan tembakan tiga angka, hanya empat kali yang dapat dikonversi menjadi poin. Hanya saja secerca harapan untuk mengembalikan keadaan muncul. Pemain Galan bernomor punggung 0 Achmad Al Jufri sempat menipiskan keadaan menjadi 27-23 melalui tembakan buzzer beater sebelum kuarter kedua usai.

Namun dewi fortuna seakan berpihak kepada Dust pada kuarter akhir. Finalis tahun 2015 itu dengan leluasa memainkan pola dan menjadikan Faiz sebagai target man pada pertandingan sore hari itu. Pada kuarter penentu Dust berlari menjauh meninggalkan Galan. Sebanyak 19 poin ditorehkan Dust, unggul jauh 16 poin meninggalkan kejaran Galan. Adam Febrian menutup kemenangan Dust atas Galan dengan skor 59-43.

Melihat performa gemilang Faiz, kapten dari Dust, Rizki Andika mengaku bangga dengan pencapaian center andalannya ini. “Penampilan Faiz tidak seperti biasanya. Dia sangat ngotot selama bermain di DBL ini. Dirinya sangat berjasa membantu tim melangkah ke final,” ucapnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Nabila Nyaris Triple Double
1 November 2018

DKI JAKARTA- Aksi magis Nabila Maharani Wiguna, guard andalan dari SMAN 36 Jakarta berhasil membawa timnya melangkah ke final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Pemain bernomor 8 itu hampir mencetak triple double bagi timnya saat mereka menundukkan lawannya SMAN 21 dengan skor 41-36 kemarin (31/10).

Student athelete berusia 17 tahun itu sangat efektif bermain di kedua sisi lapangan. Nabila juga berani menerobos jantung pertahanan lawan. Ketenangan serta gerakan cekatan diperlihatkan kala mengatur serangan tim, tak pelak dari awal kuarter SMAN 36 sangat menguasai jalannya pertandingan dari lawannya.

Torehan 19 poin jadi bukti betapa berbahayanya guard cantik ini. Selain itu, Nabila juga menorehkan 2 Assist untuk membantu rekannya mencetak poin untuk SMAN 36. Lebih lanjut, perolehan rebound dari Nabila sangat luar biasa. Meski tidak memiliki postur tinggi, Nabila mampu membukukan 13 rebound saat jumpa SMAN 21. Bahkan, 9 diantara 13 rebound yang dicatatkan Nabila, ditorehkan saat berduel di barisan pertahanan lawan.

Selain itu, kepintaran membaca pergerakan musuh, membuat cewek berpostur 158 sentimeter tersebut memaksa lawan sering kehilangan bola. Total 9 steal dapat dia catatkan ketika putri Dust (julukan SMAN 21) menyerang ke pertahanan SMAN 36. Hal itu menjadikan dirinya pemain yang hampir mencetak triple double pertama di East Region ini. Hanya kurang satu angka lagi dari catatan manisnya saat bertanding melawan Dust.

Pelatih SMAN 36, Frangki Defretes sangat puas dengan torehan dari pemain andalannya tersebut. “Nabila terlihat bermain percaya diri banget ya. Setelah  nomor 5 kami dipress, dia mampu menunjukkan performa gemilangnya tadi,” ujarnya.

Tak berbeda jauh dengan pelatih, melihat performa apik dari temannya kapten SMAN 36, Ranaa Putri Nisina Wahab mengatakan Nabila memiliki passion besar saat bermain. “Kalau sedang berada di lapangan, kepercayaan dirinya meningkat. Dia sangat tenang tadi di lapangan,”jelas pemain bernomor punggung 5 tersebut.

Selain itu, Ranaa juga menjelaskan bahwa temannya itu memiliki kemampuan luar biasa dalam melewati penjagaan lawannya. “Nabila itu pemain yang sangat gesit. Kalau ada 2 atau 3 pemain yang menjaganya, dia nggak segan untuk melewati lawannya tersebut,” jelasnya.

Berkat performanya yang memukau para pendukung setianya SMAN 36 dapat melangkah ke babak final dan akan berhadapan dengan SMAN 71 Jakarta untuk memperebutkan gelar juara di Jakarta Timur. (*)

PUTRI DUST TATAP SEMIFINAL
31 October 2018

DKI JAKARTA- Setelah mengalahkan tim putri SMA Don Bosco 2, SMAN 21 Jakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu tim yang memasuki ke semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Penampilan prima diperlihatkan Indira Rasyadah kemarin (30/10). Dust (julukan SMAN 21) dapat menguasai jalannya pertandingan dan memperlebar keunggulan dari lawan. Sepanjan laga, Indira sendiri menunjukan kemampuan bermain yang sangat menonjol di lapangan.

Pemain yang akrab disapa Indira tersebut menunjukan kemampuan bermain yang tenang di lapangan. Indira juga memiliki feel baik ketika melancarkan temabakan. Pemain bernomor punggung 12 tersebut tidak terburu-buru saat menembak. Secara penyerangan, dirinyaa merupakan pemain yang memiliki andil besar menyumbang poin untuk Dust. Torehan 13 poin dapat dia ceploskan ke dalam ring lawan.

Selain itu dari sisi pertahanan, Indira juga dapat membaca penyerangan lawan dengan baik. Memanfaatkan kepintarannya memerkirakan passing yang dilakukan oleh lawannya. Student athlete berusia 16 tahun itu mampu membukukan 7 steal saat bertahan menghadapi penyerangan Don Bosco. Selain itu, meskipun berposisi Guard, Indira juga rajin melakukan rebound. Total 3 rebound dapat dikemas oleh pemain kelahiran 2002 tersebut.

Penampilan luar biasa yang diperlihatkan oleh Indira mampu memberikan andil besar bagi Dust kala Dust memenangkan laga dengan skor 28-18. Hasil itu membawa tim putri Dust akan berhadapan dengan SMAN 36 Jakarta. Laga yang akan dilaksanakan hari ini menjanjikan partai panas yang mempertemukan antar kedua rival.

“Laga semifinal nanti akan menjadi partai yang berat. Bertemu dengan rival kami yaitu SMAN 36 dalam ajang Honda DBL merupakan sebuah tantangan besar untuk kami. Tetapi, kami masih optimis dapat memenangkan laga,” ucap Indira usai pertandingan.

Pada pertandingan putri lainnya, Tim putri Sapta Eka (julukan SMAN 71) merupakan harapan satu-satunya bagi sekolahnya untuk dapat maju ke babak championship. Mereka akan berhadapan dengan Labsraw (julukan SMA Labschool Rawamangun). Pemenang pada partai semifinal in akan memastikan diri merebut satu tiket ke babak Championship. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Derby Duren Sawit Milik 61
30 October 2018

DKI JAKARTA- Duel sengit tersaji dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region di GOR Pulogadung, Senin kemarin (29/10). Saat dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby. Demi melanjutkan langkah pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Sejak tip-off dimulai, laga derby ini langsung membuat para penonton riuh. Kedua tim saling berbalas mengoyak ring dan ngotot untuk dapat memenangkan laga sore hari itu. Namun, pada akhirnya SMAN 61 berhasil menyudahi perjalanan sang runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu, SMAN 71, lewat keunggulan 29-22.

Pada menit-menit awal, Sapta Eka (Julukan SMAN 71) dan SMAN 61 sama-sama scoreless. Kedua tim sama-sama menuai kebuntuan. Inisiatif time out langsung diambil Sapta Eka, Addy Mulyadi pada menit ketiga. Sejak itu, para punggawa Sapta Eka langsung terbakar. Finalis edisi 2016 dan 2017 itu mengeluarkan tajinya dan membuat pertahanan SMAN 61 kewalahan. Tiga poin dari Ananta Dandy menutup keunggulan Sapta Eka, skor 6-4.

Memasuki kuarter kedua, SMAN 61 berbalik unggul dari lawannya. Melalui forward andalan Dhimas Aldry yang berhasil membukukan 8 poin untuk membawa timnya unggul. Belum genap satu menit pemain bernomor punggung 9 itu langsung mencetak three point. Hal itu jadi titik balik SMAN 61 untuk unggul atas rival abadinya, dan menutup kuarter kedua dengan berbalik unggul.Tyas Satrio dkk unggul 15-8.

Ketatnya laga semakin meningkat pada kuarter ketiga. Kali ini, Sapta Eka yang kembali unggul atas SMAN 61. Duet Nasser Muhammad dan Ananta Dandy mampu membuat tim polesan Muhammad Fahmi tak berkutik. Torehan 6 poin Nasser dan Ananta dari total 10 poin Sapta Eka pada kuarter ketiga membuat mereka unggul tipis satu bola. Sementara SMAN 61 sendiri hanya mampu membukukan 1 poin pada kuarter ini, skor 18-16 jadi milik Sapta Eka atas rivalnya.

Puncak drama terjadi saat memasuki kuarter keempat. Pada babak penentu ini, kedua tim asal Duren Sawit terlihat ngotot untuk memenangkan laga. Digadang-gadang sebagai sebagai final prematur, SMAN 61 menunjukkan bahwa timnya layak dipandang di Honda DBL DKI Jakarta. Anak asuh Muhammad Fahmi memperlihatkan team work yang lebih baik, pola permainan mereka sangat terlihat rapi pada kuarter penentu.

Kali ini center andalan mereka, Yoel Marco mampu membawa timnya unggul. Torehan 14 rebound pemain berpostur tinggi 190 sentimeter tersebut membuat barisan penyerangan Sapta Eka buntu. Ditambah, absennya salah satu guard andalan Sapta Eka, Muhammad Hafizh yang membela DKI Jakarta di Kejurda U-16, makin membuat Sapta Eka sulit berkembang pada masa-masa krusial.

Dan saat buzzer tanda pertandingan berbunyi, derasnya air mata keluar tak tertahankan dari beberapa pemain Sapta Eka saat melihat papan skor. Skor akhir 29-22 untuk kemenangan SMAN 61 menjadi hasil akhir dari partai menegangkan yang menguras keringat masing-masing pemain. Persiapan matang memang telah dilakukan oleh SMAN 61 sejak tersungkur oleh SMAN 3 tahun lalu.

“Kami memang sudah scouting pemain mereka (re: SMAN 71) saat mereka tanding pada babak awal East Region kemarin. Jadi saya sudah sangat menyiapkan plot pemain untuk saling menempel ketat pemain andalan mereka. Dan hal itu berhasil, Alhamdulillah kami menang,” ujar pelatih SMAN 61 Muhammad Fahmi.

Di sisi lain, pelatih Sapta Eka Addy Mulyadi kagum dengan kesiapan dari lawannya hari ini. “Saya pikir untuk tiga tahun kedepan, dengan keseimbangan skuad serta kekompakan seperti itu, SMAN 61 akan menjadi tim yang dominan di Jakarta Timur. Untuk Honda DBL tahun ini, tim lain juga harus waspada terhadap mereka,” ungkap Addy. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Harapan Terakhir Sapta Eka
30 October 2018

DKI JAKARTA- Kekalahan tim putra SMAN 71 Jakarta dari SMAN 61 Jakarta membuat tim putri Sapta Eka (julukan SMAN 71) jadi satu-satunya harapan sekolah untuk bertahan di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Langkah putri Sapta Eka sendiri berbuah manis pada babak awal. Mereka berhasil menumpas perlawanan SMAN 12 Jakarta dengan skor telak 20-7.

Dengan mengutamakan kekompakan tim, Anak-anak asal Duren Sawit tersebut berhasil memukul perlawanan dari Cassgard (julukan SMAN 12). Meskipun sejak awal pertandingan kedudukan dapat seimbang. Setelah kuarter pertama usai, srikandi Sapta Eka berhasil justru berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Penampilan cemerlang yang ditampilkan oleh mereka di lapangan dapat mempertegas posisi mereka sebagai salah satu calon kuat untuk keluar sebagai perwakilan tim putri dari Timur.

Pada paruh pertama, Sapta Eka langsung meninggalkan perolehan nilai dari lawannya. Meskipun begitu, pada kuarter pertama Sapta Eka sempat kesulitan menembus pertahanan putri Cassgard. Alhasil perolehan skor pada kuarter pertama hanya menghasilkan skor 4-2 untuk kemenangan Sapta Eka.

Namun, pada kuarter kedua taji runnerup Honda DBL DKI Jakarta Series 2015 dapat diperlihatkan. Dengan menggunakan pola penyerangan yang rapi serta eksekusi yang matang, mereka dapat meninggalkan Cassgard. Skor kuarter kedua berakhir dengan angka 10-2 untuk keunggulan dari Sapta Eka.

Kekuatan besar Sapta Eka semakin tak terbendung. Anak asuh Muhammad Ridzky tersebut dapat memperlihatkan penyerangan yang baik dan efektif. Begitupun dengan sisi pertahanan putri Sapta Eka yang rapat sangat rapat. Di kuarter terakhir, Sapta Eka mampu memperlebar selisih poin lebih dari 10 angka.

Zafirah Windi Annisa menjadi pemain yang berhasil tampil prima pada laga tersebut. Peman kelahiran 2001 tersebut mampun membukukan 7 poin berkat akurasi tembakkan dari dalam garis three point. Selain itu pemain bernomor punggung 12 itu mampu mengemas 7 rebound untuk mengamankan ringnya dari serangan lawan.

Kalah dengan skor yang jauh, Pelatih Kepala Cassgard, Bastian Herbowo mengatakan banyak yang perlu dibenahi dari tim yang sudah dia asuh selama setahun itu. “Masalah mental dan fisik merupakan hal utama untuk ikut DBL tahun depan. Semoga next time skuad kami lebih matang dan seimbang baik dari sisi first team maupun second team,” jelasnya.

Di sisi lain, coach Muhammad Ridzky merasa optimis Sapta Eka dapat meraih hasil maksimal tahun ini. Pelatih yang sudah mengasuh Sapta Eka selama 4 tahun itu merasa optimis dengan skuad yang dibawa di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. “Tidak ada tim yang sempurna. Meski kami menang, evaluasi tetap ada. Namun, saya yakin anak-anak bisa mencapai babak final nanti,” ucapnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Tim Putri SMAN 36 Melangkah Pasti
29 October 2018

DKI JAKARTA- Laga penuh arti berlangsung pada  hari ketiga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region kemarin (28/10). Tim putri SMAN 36 Jakarta yang gagal pada tahun lalu tak ingin mengulang sejarah kelam. Tim polesan Franki Defrates lansung tancap gas pada babak awal melawan SMAN 42 Jakarta. Hasilnya, mereka mampu mengalahkan lawannya dengan skor telak 29-8.

Menguasai pertandingan dari awal kuarter, membuat tim putri SMAN 36 di atas angin. Tim asal Rawamangun itu mendominasi sepanjang kuarter. Tim putri sendiri merupakan satu-satunya wakil SMAN 36 di ajang Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Pasalnya, tim putra mereka harus angkat koper lebih dulu usai takluk dari SMAN 21.

Meski secara postur anak-anak Rawamangunn kalah dibanding lawannya, SMAN 36 tetap dapat memaksimalkan para punggawanya. Dan dapat menjaga selisih poin jauh dari lawannya sepanjang pertandingan berlangsung.

Pemain bernomor punggung 10, Silla Puspa Damayanti membuka keunggulan bagi SMAN 36 di kuarter awal. Silla mampu menorehkan empat poin sekaligus untuk membawa timnya unggul. Meski SMAN 42 mencoba mendekat. Kuarter pertama milik SMAN 36 dengan skor 6-4.

Salah satu  bintang lapangan SMAN 36 lainnya sekaligus kapten tim, Ranaa Putri Nisrina Wahab berhasil menjadi pemain yang mendongkrak performa timnya. “Sempet nervous di awal sih, soalnya mereka posturnya lebih tinggi dari kami,” pungkas siswi kelas XII tersebut.

Pada kuarter kedua, SMAN 36 lebih stabil dengan unggul jauh dari lawannya. Mereka berhasil mencuri 4 poin tanpa balas pada kuarter kedua. Ranaa pun turut mencetak 2 poin bagi timnya. SMAN 36 berlari menjauh dengan keunggulan 10-4.

Puncak pesta kemenangan SMAN 36 terjadi pada kuarter ke empat. Ranaa dkk melesat dengan 13 poin tanpa balas. Kali ini Nabila Maharani menjadi pengoyak ring terbanyak bagi timnya. Pemain bernomor punggung 8 itu membukukan 5 poin bagi SMAN 36. Skor akhir 29-8 membawa SMAN 36 melaju ke babak selanjutnya menunggu pemenang antara SMA Don Bosco 2 kontra SMAN 21.

Meski menang, pelatih SMAN 36 merasa kurang dengan hasil yang diraih. “Saya masih kurang puas dengan mental anak-anak. Mereka masih terlihat gugup, padahal kami bisa menang lebih besar dari ini,” ungkap Franki Defrates usai pertandingan. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 61 Siap Tantang Sapta Eka
29 October 2018

 

Kemenangan meyakinkan SMAN 61 Jakarta atas SMAN 67 Jakarta, membuat SMAN 61 menebar teror terhadap lawannya berikutnya SMAN 71 Jakarta. Kekuatan penuh langsung dikeluarkan oleh anak-anak asal Duren Sawit pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, kemarin (28/10). Dhimas Aldry menjadi pemain yang mendapat sorotan kala timnya menggunduli lawannya dengan skor 41-7.

Permainan apik disertai kerapihan dalam memainkan pola berhasil diperlihatkan oleh anak asuh Muhammad Fahmi sejak awal. Tyas Satrio dkk langsung mengambil inisiatif permainan cepat dan efektif saat menyerang. Dominasi dari anak-anak 61, tak terbendung, mereka menahan perolehan poin lawannya di bawah angka 10. Bukan hanya itu, Sementara SMAN 61 sendiri dapat memperbesar selisih poin hingga respect the game pun harus dilakukan pada menit keempat kuarter ketiga.

Dhimas Aldry menjadi pemain yang sangat menakutkan bagi pertahanan SMAN 67. Dengan kecepatan dan kelihaiannya memasukan bola ke dalam ring, dia menjadi pemain yang sangat berjasa bagi keunggulan besar timnya. Total poin sebesar 12 angka mampu ia sumbangkan kepada tim sekolahnya saat laga berlangsung.

Dominasi yang ditunjukan oleh SMAN 61 dari awal hingga buzzer akhir pertandingan membuat mereka menang mudah atas lawannya. Kemenangan 41-7 atas SMAN 67 membuat mereka bertemu dengan rival sedaerahnya, SMAN 71. Pertempuran antara kedua sekolah tersebut tentunya sudah dinanti-nantikan oleh kedua tim.

Mengetahui lawan selanjutnya adalah Sapta Eka, Dhimas optimis akan dapat memenangkan laga nanti. Pasalnya, di luar kejuaraan Honda DBL mereka sudah saling bertemu. “Berkaca kepada pertemuan kita di luar DBL, kami selalu mengevaluasi pertandingan kami sehingga akan siap untuk bertemu Sapta Eka nanti,” ucap pemain kelahiran 2002 tersebut.

Optimisme yang ditunjukan oleh anak-anak SMAN 61 sendiri memang didasari dengan alasan yang kuat. Tetapi, dalam kejuaraan Honda DBL tahun-tahun sebelumnya SMAN 61 sendiri belum pernah menghadapi Sapta Eka.

“Kami sering bertemu dengan Sapta Eka dan berhasil mengalahkan mereka. Namun, Honda DBL memiliki atmosfer yang berbeda dengan kejuaraan di luar sehingga anak-anak harus fokus dalam menghadapi Sapta Eka,” ucap coach Fahmi.

Keinginan yang terasa kuat oleh SMAN 61 untuk segera meladeni Sapta Eka menjadikan duel diantara kedua raksasa basket putra di wilayah Jakarta Timur patut untuk disaksikan para penggemar basket.. Pertandingan yang akan dilangsungkan hari ini (29/10) tersebut akan menjadi laga paling panas yang akan disajikan di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Srikandi Labsraw Berjaya
28 October 2018

DKI JAKARTA- Tim putri SMA Labschool Rawamangun berhasil tampil gemilang saat mengalahkan lawanya, SMAN 39 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Kemenangan yang diraih membuktikan Labsraw (julukan Labschool Jakarta) sebagai sekolah yang patut untuk diperhitungkan. Skuad asal jalan Pemuda tersebut mampu meraih kemenangan berharga pada laga perdananya dengan skor 16-7 kemarin (27/10).

Pertandingan ini merupakan laga perdana Labsraw di Honda DBL DKI Jakarta Series. Maira Naya Paritra dkk yang datang sebagai debutan di East Region, mampu tampil baik di hadapan para suporternya. Pada kuarter pertama, Labsraw langsung menunjukan kelas permainan yang matang.

Poin yang dicetak oleh Labsraw berasal dari dari kesalahan lawan. Hal ini terjadi karena Galan (julukan SMAN 39) banyak melakukan foul. Hal itu dapat dimanfaatkan baik oleh srikandi Labsraw menjadi poin Lasbraw menjauh 5-0 di kuarter pertama.

Dua pemain dari masing-masing tim menjadi sorotan utama dari laga terakhir hari kedua pertandingan regional Timur tersebut. Dari sisi Labsraw Felia Az Zahra menjadi pemain yang mampu menjaga mental putri Labsraw. Sementara dari sisi Galan, Annina Francesca Josephine menjadi pemain yang bisa memberikan harapan bagi tim asal Cijantung tersebut.

Usai tertinggal di tiga kuarter awal, perlahan tapi pasti Galan mulai menyusul perolehan poin Labsraw. Pada menit pertama kuarter empat, Annina berhasil mencetak poin melalui drive ke jantung pertahanan Labsraw. Galan mulai membuntuti Labsraw dengan selisih dua bola, skor 11-7 masih milik Labsraw. Namun, Annina yang dapat menorehkan 5 poin, 3 rebound, 3 block dan 4 steal gagal menjaga asa Galan hingga akhir pertandingan.

Justru, Felia Az Zahra guard Labsraw menjadi pemain yang sangat berjasa untuk kemenangan Labsraw kemarin malam. Pemain bernomor punggung 10 itu mampu membukukan 9 poin untuk timnya. Tembakan dua angka Felia menutup kemenangan meyakinkan Lasbraw atas Galan, skor akhir 16-7 untuk Maria dkk.

Head coach Labsraw pun memberi pujian kepada Felia karena bisa bermain baik kemarin.“Anak-anak tadi terlihat masih kurang percaya diri dalam bermain. Tapi untungnya Felia mampu mengangkat performa tim sekaligus menjadi leader untuk teman-temannya di lapangan,” ungkap Agus Sutiana, Pelatih Labsraw.

Dengan kemenangan ini, Labsraw menjadi tim putri pertama yang dapat lolos ke fase selanjutnya. Mereka akan berhadapan dengan pemenang antara SMAN 12 kontra SMAN 71. Perjalanan untuk menjadi juara di wilayah Timur sendiri masih sangat panjang. Sekitar 6 tim putri masih akan berjibaku guna mengamankan asa tiket menuju babak final. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 14 TUMBANGKAN JUARA BERTAHAN
27 October 2018

DKI JAKARTA- Datang sebagai juara bertahan, bukanlah jaminan untuk melangkah mudah. Meski sempat memimpin pada kuarter pertama, SMAN 22 Jakarta tidak dapat membendung besarnya kekuatan dari SMAN 14 Jakarta pada Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region Jumat (26/10). Kekalahan ini menyusul kegagalan tim putri SMAN 8 Jakarta South Region lalu guna mempertahankan trofi Honda DBL DKI Jakarta.

Riverside (julukan SMAN 22) tidak dapat mempertahankan asa mereka mempertahankan gelar juara. Melalui permainan yang cepat dan agresif, SMAN 14 pun meraih kemenangan. Namun, bukan berarti Riverside hanya menyerah begitu saja.

Pada kuarter pertama, Riverside menunjukan kelas dan mentalnya sebagai juara bertahan. Mereka dapat mendominasi pertandingan. Anak-anak asuhan Suryadi itu memperlihatkan permianan tenang serta efektif, baik dari segi bertahan maupun menyerang. Permainan seperti ini tentunya membuat SMAN 14 kewalahan untuk membendung serangan pasukan asal Utan Kayu Selatan tersebut.

Nur Fahri Fadilah menjadi jenderal yang membawa Riverside memimpin pada kuarter pertama. Kecepatan mendribble bola pemain bernomor punggung 26 tersebut mampu menghasilkan serangan fastbreak. Skor 5-4 untuk kemenangan Riverside di kuarter pertama.

Tetapi setelahnya, SMAN 14 mulai terhentak dan menunjukan permainan aslinya. Permainan eksplosif dari Miqdad Ismail langsung mencuri perhatian seisi penonton GOR Pulogadung sore kemarin. Meskipun sempat dingin di kuarter pertama, pemain berposisi forward itu mampu mendominasi jalannya pertandingan. Lompatan yang tinggi serta kecepatannya membuat para pemain Riverside kalang kabut. Pemain bernomor punggung 25 tersebut bahkan sempat mencetak poin dengan melakukan dunk pada kuarter kedua, SMAN 14  berbalik unggul 12-8.

Secercah harapan pasukan Utan Kayu Selatan untuk menjaga asa di East Region sempat muncul. Salah satu pemain SMAN 14, Salman Abduhafizah terkena foul out pada kuarter keempat pertandingan. Tapi kesempatan emas tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Riverside.

Justru Miqdad Ismail semakin menggebu menuai poin untuk SMAN 14. Student athlete berusia 17 itu mampu berkontribusi besar, baik saat menyerang maupun bertahan. Dari segi offense pemain yang duduk di kelas XII tersebut terbukti sulit untuk dihentikan. Dengan memanfaatkan postur 189 cm, dia mampu membuat double double dengan raihan 14 poin, 14 rebound.

Bukan hanya saat menyerang, Miqdad juga gigih melindungi bola dari lawannya. Dirinya mampu membukukan 3 steal dan 2 block saat bertahan. Hingga buzzer berbunyi, SMAN 14 unggul 29-20, hasil ini membawa mereka melangkah ke babak berikutnya berhadapan dengan SMA Angkasa 2.

Miqdad mengaku sangat senang bisa menumbangkan juara bertahan dalam pertandingan pertama mereka. “Kami optimis dan juga excited untuk menghadapi lawan selanjutnya. Tetapi, ini baru awal, target kami menjadi juara di Timur masih jauh. Sehingga kami tak boleh meremehkan lawan kami nanti,” jelasnya. (*)

(PREVIEW OPENING PARTY EAST REGION) TENSI TINGGI DUA RIVAL
26 October 2018

DKI JAKARTA- Duel penuh gengsi jadi tajuk utama pada salah satu laga opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 East Region Jumat (26/10) hari ini, di GOR Pulogadung. Finalis tiga tahun silam, SMAN 21 Jakarta akan meladeni perlawanan dari sang rival SMAN 36 Jakarta. Kedua tim sudah sering berjumpa sebelumnya, termasuk pada perhelatan Honda DBL DKI Jakarta edisi 2014. Pada pertemuan terkhir di Honda DBL, tim asuhan Rizqy Almushaddieq harus bertekuk lutut di hadapan SMAN 36. Mereka takluk dengan skor tipis 28-26, SMAN 21 kalah satu bola.

Kekalahan yang sangat membekas bagi Dust (julukan SMAN 21) itu, tentu jadi misi utama mereka untuk menebusnya. Ditambah, prestasi tim yang bermarkas di daerah Kayu Putih itu terus tergerus usai menembus babak final pada tahun 2015 lalu. Setahun setelah masuk final, Dust tersungkur oleh SMAN 3 Jakarta. Lalu, pada tahun 2017, lagi-lagi mereka harus angkat koper di awal usai kalah dengan lawan yang sama di tahun sebelumnya.

Sebagai kapten tim Dust, Rizki Andika menuturkan pertandingan hari ini merupakan laga hidup mati bagi timnya. "Kemenangan melawan SMAN 36 merupakan hal mutlak yang harus dicapai oleh kami. Target kami tahun ini juara. Dengan demikian, kami harus bermain dengan lebih fokus dan all out untuk dapat memenangkan laga hari ini," tegasnya.

Menurut sang kapten, SMAN 36 bukanlah lawan yang mudah. Kedua tim saling membunuh saat head to head. Rizki menyatakan SMAN 36 memiliki para pemain yang kompeten. "Semua pemainnya bagus sih, hanya saja sang kapten Bari Daffa patut dikawal dengan ketat," ujar student athlete berusia 17 tahun itu.

Sementara dari sang lawan, SMAN 36. Bertemu salah satu rival menjadi hal yang menarik bagi tim asal Rawamangun tersebut. Pasalnya, hal ini bisa jadi bukti bahwa mereka mampu menyingkirikan salah satu pesaing terberatnya demi trofi di Jakarta Timur. "Kami telah ikut DBL dari tahun 2014, namun belum pernah menyicipi final. Karena itu, jika kami bisa mengalahkan mereka, tentu kami lebih percaya diri menggapai juara," ujar Bari Daffa kapten tim SMAN 36.

Jika menilik pada sejarah, prestasi terbaik SMAN 36 adalah masuk ke babak 8 besar Honda DBL DKI Jakarta tahun 2016. Namun, kala itu perjalanan mereka terhenti oleh salah satu tim kuat SMAN 3 Jakarta. Sementara pada tahun 2017, mereka harus menelan pil pahit dari SMAN 34 Jakarta pada babak awal. “Mereka (re: SMAN 21) memiliki first dan second team yang sama bagusnya. Terutama salah satu pemainnya Irfan Fadilah, kami tak boleh lengah demi meraih Championship. Kami tak mau gagal lagi," tutup Bari.

Sang pelatih SMAN 36, Frangky de Fretes berharap agar timnya berjuang hingga akhir. "Intinya jangan nyerah dan nggak perlu takut. Team work dan percaya sama Tuhan," ujarnya untuk para anak asuhnya. Dengan persiapan serta motivasi juara dari kedua tim, tentu mereka siap saling terkam pada laga pembuka.

EMPAT PERTANDINGAN BUKA EAST REGION

Sebanyak 29 tim (21 putra dan 8 putri) siap mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Bertempat di GOR Pulogadung, liga basket bergengsi se tanah air seri DKI Jakarta regional Timur akan dihelat pada 26 Oktober hingga 2 November mendatang. Empat laga pada sektor putra akan tersaji pada opening party Jumat (26/10).

Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region sendiri merupakan rangakain terakhir dari tiga regional lainnya sebelum babak Champoonship. West Region (area Jakarta Barat), North Region (area Jakarta Utara dan Pusat), dan South Region (area Jakarta Selatan) telah lebih dulu menyelesaikan rangkaian pertandingan. Empat tim (dua tim putra dan dua tim putri) yang masuk babak final, nantinya akan bergabung dengan tiga region lainnya.

Mereka akan bertarung di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan. Petualangan panjang itu dibuka oleh laga antara sang juara bertahan SMAN 22 Jakarta yang akan meladeni SMAN 14 Jakarta. Lalu dilanjutkan oleh laga dua debutan yang baru ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Antara SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta. Serta salah satu big match di Jakarta Timur, yang mempertemukan SMAN 21 Jakarta berhadapan dengan SMAN 36 Jakarta.

Dan ketatnya pertandingan pada opening party ditutup oleh SMA Fons Vitae 1 melawan SMAN 42 Jakarta. Sebagai juara bertahan, SMAN 22 Jakarta berjanji akan tampil ngotot demi menjaga asa mempertahankan gelar. Kapten tim Riverside (julukan SMAN 22) merasa beruntung bisa bermain di hari pembuka. "Jujur aku deg-degan menghadapi opening. Tapi, ini adalah langkah awal demi mempertahankan gelar," pungkas Daffa Rizky kapten tim SMAN 22. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMALE BIDIK CHAMPIONSHIP
23 October 2018

DKI JAKARTA- Optimisme tinggi membalut para punggawa SMAN 54 Jakarta pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Wilayah Jakarta Timur sendiri akan terhelat pada 26 Oktober-2 November mendatang di GOR Pulo Gadung. Tim asal Rawa Bunga, Jatinegara tersebut yakin mampu menebus kegagalan selama ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta. Pada rangkaian roadshow kemarin (22/10), sang kapten Bintang Putra Adrian memimpin timnya untuk mampu bersaing dengan tim di seluruh Jakarta. Tak segan, pemain berusia 17 tahun itu menargetkan masuk ke babak Championship.

“Kegagalan kami jadi pekerjaan rumah untuk kami. Di tahun ini target kami tidak muluk untuk juara, yang penting masuk final dan melangkah ke Championship. Dengan begitu, jadi bukti tim kami memang patut disegani,” ungkapnya saat roadshow. SMALE (julukan SMAN 54) sendiri selalu dibayangi mimpi buruk selama perhelatan Honda DBL DKI Jakarta. Tim asuhan Harryko Elsyam, selalu takluk di tangan tim asal Jakarta Timur.

Pada edisi 2014, Smale takluk dari SMAN 22 Jakarta pada babak awal. Tiga tahun berikutnya, Adrian dkk menyerah dari SMAN 61 Jakarta pada babak yang sama. Tentu dengan format baru, dapat menjadi momen pembuktian punggawa Rawa Bunga itu untuk melangkah jauh ke babak Championship. Namun, perjalanan anak-anak Smale tidaklah mudah di regional Timur ini.

Pasalnya, mereka satu bagan dengan beberapa tim kuat di Jakarta Timur. Di antaranya, runnerup dua edisi terakhir, 2016 dan 2017, SMAN 71. Lalu tim yang menghentikan laju mereka pada tahun lalu SMAN 61, dan ada dua debutan yang siap mengancam keberadaan Smale di Honda DBL DKI Jakarta SMA Labschool Jakarta dan SMA Al-Ma’ruf.

Melihat hal itu, Adrian selaku kapten tim tetap tenang dalam memimpin timnya. “Dari hasil drawing aku meyakini teman-teman tetap optimis bisa menang. Di partai pertama, kami akan melawan pemenang antara Don Bosco atau SMAN 44. Jelas itu jadi titik awal perjalanan kami untuk bisa melangkah jauh,” ujar student athlete kelas XII tersebut.

Tekad menang yang dibawa anak-anak Smale juga dibarengi dengan dukungan besar dari Ultras Smale (sebutan suporter SMAN 54). Teriakan serta support terus dilantangkan sepanjang roadshow kemarin. Koordinator suporter Ultras Smale, Reyhan menuturkan para suporter siap mengawal perjalanan tim basket kesayangannya di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. “Kami selalu mendukung tim basket. Kami di sini ada untuk kalian. Aku yakin mereka bisa juara,” ujarnya dengan penuh semangat. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA